BUNGA PEMAKAMAN
Bunga yang pas untuk dibawa ke pemakaman baginya bukanlah bunga mawar, saka, telasih, maupun kantil melainkan bunga tidur yang telah ditanak nyenyak ~
•
Selepas subuh ia beranjak ke pasar untuk
membeli bunga yang ia cari, bunga yang tak
biasa dipakai orang-orang untuk menyekar yaitu bunga tidur yang telah ditanak nyenyak.
Setelah beberapa jam mengelilingi pasar, Ia mulai kecewa. Ternyata apa yang ia cari sedari pagi buta tidak ada dan tidak terlihat sama sekali dihadapannya. Mungkin pasar memang tidak menjual bunga semacam itu.
Akhirnya, ia menyatakan untuk kembali ke rumah dan bergegas mandi, kemudian langsung berangkat menuju ke pemakaman meskipun tanpa bunga yang ia inginkan. Selang beberapa saat ia tiba di pemakaman,
- mengucapkan salam lalu duduk di samping makam yang di tuju, makam ayah dan ibunya. Ia merapalkan sesuatu ( yang tak biasa orang-orang rapalkan yaitu rapalan puisi tentang rindu yang rindang, rindu yang gersang dan rindu yang tak pernah lekang ).
Tanpa di sadari, setelah merapalkan puisi ia tertidur nyenyak di samping makam. Ia bermimpi ayah dan ibunya tersenyum diatas batu nisan, melihat anaknya merapalkan puisi disamping makamnya.
Setelah kejadian itu, ia tak pernah kembali ke pasar, ia lebih gemar ke makam ayah dan ibunya sebab bunga yang telah ia cari hanya ada di makam ayah dan ibunya.
Komentar
Posting Komentar